Festival Kesenian Daerah Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Jumat, 22 Juni 2012

Kesenian daerah masih sangat rentan posisinya untuk bersaing dengan kesenian asing, sehingga perlu suatu pembelaan untuk melindungi eksistensinya ditengah arus globalisasi yang semakin mempersempit ruang gerak kesenian daerah tersebut. Kesenian daerah perlu diberi ruang gerak yang luas dalam penyajiannya agar dapat leluasa dalam berekspresi untuk menciptakan keindahan seni demi menarik perhatian konsumen dan penikmat seni.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Kebudayaan Dan Kepariwisataan Kabupaten Sinjai H. Ahmad Suhaemi dalam pembukaan Festival Kesenian Daerah Tingkat Regional Sulawesi Selatan Dan Barat pada kamis malam (21/6/12) bertempat di Lapangan Nasional Sinjai.

Kegiatan yang digelar Oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Sinjai (IKMS) Dewan Pengurus Wilayah Universitas Hasanuddin berlangsung dari tanggal 21 hingga 24 juni 2012 bertujuan untuk melestarikan budaya daerah sebagai aset bangsa, untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya daerah serta sebagai upaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian dan budaya daerah. Selain itu juga memberikan kontribusi kepariwisataan bagi suksesnya promosi wisata di Sinjai.

Sementara itu Wakil Bupati Sinjai Andi Massalinri Latief dalam sambutannya ketika membuka festival ini mengatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh IKMS Sinjai sangat  patut diberi apresiasi dan penghargaan yang tinggi dimana masih ada generasi muda yang peduli dengan kesenian daerah di era modern saat ini. 

“Kita menyadari di era global ini banyak seni dan budaya yang tenggelam. Oleh karenanya,  IKMS Sinjai  memiliki kepedulian, kepekaan dan komitmen yang tinggi terhadap pelestarian budaya dan peningkatan kemampuan rasa cinta terhadap seni dan budaya daerah dengan jiwa keilmuan dan kerendahan hati untuk senantiasa tetap dalam koridornya sebagai alat pemersatu bangsa ini,” jelasnya.

"Untuk itu perlu penguatan nilai-nilai budaya yang tinggi agar generasi muda jangan melupakan budaya daerahnya sendiri. Jangan sampai kesenian dan budaya kita diklaim oleh negara lain dan jangan pula kita mengimpor seni dan budaya tarian luar negeri, seperti yang hangat dibicarakan saat ini dimana tari tor-tor yang merupakan budaya kita diklaim oleh negara tetangga". tambahnya.

Melalui tema “Melestarikan budaya tradisional dan kearifan lokal Sulawesi Selatan dan Barat dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika” diharapkan IKMS Sinjai dapat menjadi pelopor perubahan budaya anak remaja untuk mencintai budaya dan  melestarikan seni dan budaya daerahnya. (Haeran)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .