E-KTP Jangan Difotocopy Berulang-Ulang

Senin, 13 Mei 2013

Menyusul terbitnya Surat Edaran Mendagri Nomor 471.12/1826/SJ tertanggal 11 April 2013 yang menjelaskan tentang pelarangan e-KTP untuk difoto copy, distapler, laminating dan diperlakukan buruk hingga merusak fisik e-KTP itu sendiri. 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sinjai menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan fotocopy e-KTP secara berulang-ulang.

Kepala Bidang Pengolahan Data dan Dokumen Kependudukan Disdukcapil Sinjai, Supardi S.Sos menjelaskan bahwa Surat Edaran Mendagri Ditujukan untuk semua menteri, kepala lembaga pemerintahan non kementrian, kepala lembaga lainnya, kepala kepolisian RI, Gubernur BI atau para pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati atau walikota.

“Begitu difotocopy kegunaannya e-KTP tidak ada lagi. Karena sama saja seperti  KTP lama, chipnya tidak terbaca. Karena kalau difotocopy chipnya sudah tak berguna lagi,” katanya.

Supardi pun memberikan solusi agar e-KTP tidak rusak, maka cukup satu kali saja di fotocopy, setelah itu kopiannya yang diperbanyak.

"Hal Ini juga sudah disampaikan ketika kami mengikuti acara Bimtek di Jakarta pada tanggal 1 hingga 3 Mei 2013 terkait pelarangan fotocopy e-KTP. Jadi tidak boleh di-fotocopy berulang kali, sebab kalau difotocopy berulang-ulang fungsi e-KTP sama seperti KTP biasa,” pungkasnya. (Haeran)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .