20 Persen Hutan Lindung di Sinjai Rusak

Rabu, 05 Juni 2013

Sekitar 20 persen hutan lindung di Kabupaten Sinjai saat ini tengah mengalami kerusakan. Terkait masalah kerusakan itu pihak Pemkab Sinjai mulai resah dengan kerusakan hutan yang semakin bertambah saat ini.


" Ada 20 persen hutan kita telah rusak saat ini. Terbanyak yang rusak adalah hutan  produksi terbatas," kata Ramlan Hamid, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perkebunan dan Kehutanan Sinjai, saat dengar pendapat dengan pihak Komisi III DPRD Sinjai, Selasa (4/6).

Selain itu banyaknya warga yang kembali menebang hutan lindung, seperti di Desa Saotanre, Kecamatan Sinjai Tengah. Di Desa tersebut, pihak Polisi Kehutanan (polhut)  menemukan empat orang warga yang telah menebang 51 pohon.

Pihak Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) tidak bisa berbuat maksimal karena pihaknya hanya sebatas mengawasi sebab yang melakukan proses hukum adalah pihak aparat kepolisian setempat. Ramlan menyebutkan bahwa keempat warga tersebut belum ditangkap oleh Polisi. Padahal mereka ditangkap pada Pebruari lalu.

Selain itu, pihak Disbunhut Sinjai menemukan banyak warga yang telah berdomisili di dalam hutan lindung. Namun mereka tidak mengusirnya akan tetapi telah melarang menanam dan menebang pohon agar hutan tetap terpelihara.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sinjai dan DPRD sepakat untuk bekerjasama dalam upaya memberantas kasus penebangan liar (illegal logging) di kawasan hutan-hutan di Sinjai. Bahkan secara tegas kedua belah pihak menyatakan untuk tidak melindungi para pelaku yang kerap merusak hutan.

"Yang jelas siapapun pelanggar harus ditindaki tidak boleh melindungi apakah dia aparat atau masyarakat biasa. Namanya perambah harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Anggota Komisi III, A Zainal Iskandar. (Haeran)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .