Baru Diresmikan, Pasar Samaenre Sudah Kumuh

Rabu, 26 Juni 2013

Meski baru tiga bulan diresmikan, kondisi Pasar Tradisional Samaenre Kelurahan Sangiaseri Kecamatan Sinjai selatan saat ini sudah terlihat kumuh. Hal ini terjadi karena para pedagang membuat los dan lapak di beberapa area tertentu. Terlebih lagi pembangunan lapak yang dilakukan warga terlihat tidak rapi.

Mengatasi hal tersebut, Pemkab Sinjai menggelar rapat koordinasi bersama dengan camat maupun para pengelola pasar tradisional. Rapat ini dipimpin oleh Sekertaris Daerah Sinjai, Tayyeb A. Mappasere.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Sinjai, Abdul Rahman sangat menyesalkan kondisi pasar yang ada di Sinjai Selatan tersebut. menurutnya, Alokasi dana pembangunan dan revitalisasi pasar yang digelontorkan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2010 melalui Kementerian Perdagangan tidak lain untuk menghilangkan kesan pasar tradisional yang selama ini dikenal kumuh.

"Tujuan Pemerintah pusat melakukan pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional yakni agar pasar tidak kumuh lagi dan dapat bersaing dengan pasar-pasar swalayan, tapi ironisnya, pasar yang baru saja dibangun di Samaenre sudah terlihat kumuh", katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendapatan Daerah  Sinjai Lukman Mannan mengatakan bahwa salah satu yang menyebabkan terjadinya kesemrawutan di pasar Samaenre adalah karena adanya perbedaan data yang ada di disperindag dengan dispenda terkait jumlah pedagang yang ada disana.

Sekertaris Daerah Sinjai, Tayyeb berharap agar kondisi saat ini harus dicarikan solusi yang baik sehingga kondisi pasar tersebut kelihatan rapi. "Jika kondisi pasar rapi maka pedagang maupun pembeli akan nyaman dalam berbelanja," ucapnya.

Untuk itu pihaknya berharap kepada instansi terkait, camat maupun pengelola pasar agar duduk bersama dalam menyelesaikan masalah tersebut. (Haeran)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .