Bank Sampah Sebagai Solusi Masalah Sampah

Jumat, 20 September 2013

Budaya dan kepedulian sebagian besar masyarakat terhadap sampah masih sangat rendah, untuk itu diperlukan strategi dan rumusan untuk merubah paradigma, bahwa sampah adalah barang yang mampu menghasilkan nilai ekonomis dan keindahan.

Hal itu disampaikan Asisten I Tata Praja Setdakab Sinjai, Halilintar Badong saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Bank Sampah yang dilaksanakan Kantor Lingkungan Hidup kabupaten Sinjai bekerjasama dengan Yayasan Peduli Negeri dan Badan Lingkungan Hidup daerah (BLHD) Propinsi Sulsel, Jumat (20/9) di Aula Kantor Lingkungan Hidup Sinjai.

Dikatakannya, sebagai upaya membumikan perubahan paradigma tentang sampah, praktek mengolah sampah dan memanfaatkan sampah harus  menjadi langkah nyata, terutama cara lama yakni dengan membuang sampah.

”Mengolah sampah dengan benar dapat dilakukan mulai dari cara yang cukup sederhana hingga dengan menggunakan teknologi. Dengan begitu, kota ini akan menjadi bersih dan dapat kembali meraih piala Adipura, ” jelas Halilintar.

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Negeri, Saharuddin Ridwan, Mengatakan prinsip mengelola sampah dengan benar adalah, mencegah timbulnya sampah, mengdaur ulang sampah dan mengolah kembali  (reduce, reuse, recycle). Jika prinsip tersebut dilaksanakan dengan konsisten, maka akan mendatangkan manfaat yang sangat banyak bagi kehidupan.

Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar berkawan dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah. ”Jadi  bank sampah tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 3R di kalangan masyarakat. Tidak hanya sebatas membangun ekonomi, tapi juga pembangunan berwawasan lingkungan yang bersih dan hijau guna menciptakan masyarakat yang sehat,” imbuhnya.

Bank sampah itu sendiri banyak manfaatnya. "Pertama pasti wilayah tersebut akan bersih, kedua pembuangan sampah anorganik berkurang, dan yang ketiga, ada nilai ekonomis yang bisa dirasakan masyarakat dari kegiatan yang dilakukan,” ungkap Sahar yang juga Project Officer Makassar Green Clean.

Bimtek yang berlangsung sehari ini diikuti puluhan peserta, diantaranya perwakilan SKPD, guru dan pengelola sampah yang ada di Sinjai. (Haeran)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .