IDI Harus Sosialisasikan Kasus Malpraktik dan Kode Etik Dokter

Jumat, 29 November 2013

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai Prima Idwan meminta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar lebih banyak melakukan sosialisasi untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat mengenai tugas dan wewenangnya dalam menangani kasus-kasus pelanggaran disiplin kedokteran atau malpraktik kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan ketika menemui puluhan dokter dan perawat  yang melakukan aksi damai di pelataran Kantor Kejari Sinjai, Rabu (27/11). "IDI Sinjai harus lebih banyak melakukan kerjasama dalam mensosialisasikan kode etik mereka dan tentang malpraktik agar masyarakat tahu  mana malpraktik dan mana yang bukan," katanya.

Sebab, kata dia,  saat ini masih banyak masyarakat yang tidak mampu membedakan mana kasus malpraktik atau bukan sehingga sangat penting untuk melakukan sosialisasi.

Menyikapi kasus penangkapan rekan sejawat mereka oleh pihak Kejaksaan Negeri Manado dalam kasus dugaan malpraktik. Prima menyarankan kepada dokter di Sinjai untuk segera menyampaikan aspirasi mereka dengan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) dan menggunakan undang-undang bersifat khusus (lex specialis) praktik kedokteran.

Seperti diketahui, 3 dokter yaitu dr Hendry Simanjuntak, dr Dewa Ayu Sasiary Prawani dan dr Hendy Siagian terjerat kasus malpraktik menyita perhatian publik terutama dunia kedokteran dan dunia hukum. Hal ini membutuhkan kajian dan menjadi isu menarik mengingat profesi dokter adalah profesi mulia yang seharusnya dilindungi oleh hukum. (aaNd)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .