SMAN 2 Sinjai Barat Budayakan Permainan Tradisional Melalui Porseni

Senin, 23 Desember 2013

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengangkat kembali budaya lokal yang kian tergerus oleh zaman modern ini. 
 
Seperti yang dilakukan oleh SMAN 2 Sinjai Barat  yang menggelar Pekan Olahraga dan Seni (porseni) yang khusus memperlombakan sejumlah permainan tradisional.

Permainan yang dipertandingkan antara lain adu cepat menggunakan bambu atau bagi masyarakat bugis sering disebut dongga-dongga. Kecepatan lomba ini menuntut peserta menjaga keseimbangan agar tidak jatuh hingga garis finish.

Selain itu, lomba lari tempurung dimana siswa berdiri diatas tempurung kelapa sambil memegang tali pengikatnya, serta yang tidak kalah menariknya adalah pertandingan takraw unik yang mewajibkan semua tim memakai daster. Lantaran terganggu baju yang panjang pemain pun kerap kesulitan mengarahkan bola takraw. Bahkan tak jarang mereka terjatuh di tengah lapangan sehingga menuai riuh tawa penonton.

Kepala SMAN 2 Sinjai Barat, Andi Arifuddin mengatakan selain mengisi masa jeda siswa selepas mengikuti ujian semester, lomba olahraga tradisional ini digelar dalam rangka mengangkat kembali permainan lokal di Sinjai sebagai bagian kekayaan budaya nusantara.

"Kami sengaja mengadakan lomba permainan tradisional dalam rangka melestarikan nilai budaya bangsa, sehingga lahir nilai kebersamaan, nilai persatuan dan kesatuan diantara siswa, karena jangan sampai menjadi generasi yang lupa dengan nilai-nilai budaya bangsanya sendiri ditengah era serba canggih saat ini," katanya.

Porseni ini dipusatkan di halaman SMAN 2 Sinjai barat selama tiga hari dan diikuti sebanyak 184 pelajar. Uniknya, panitia tidak menyiapkan piala atau trofi melainkan 540 buku tulis untuk para pemenang lomba, Sedangkan kontingen kelas yang meraih juara umum diberikan literatur atau buku bacaan. (aaNd)

 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .