Mobil Angkot Jadi Alternatif Kampanye

Senin, 10 Februari 2014

Pembatasan area-area yang dibolehkan jadi tempat pemasangan alat peraga Calon Legislator (Caleg) yang diterapkan KPUD Sinjai berdasarkan amanah Peraturan KPU (PKPU) No 15 tahun 2013, tidak membuat para caleg itu patah arang. 

Berbagai celah dicari demi memaksimalkan sosialisasi diri termasuk melirik angkutan kota atau angkutan umum sebagai alat alternatif kampanye.

Dari Pantauan Suara Bersatu, sejumlah kendaraan angkutan kota dibranding sebagai tempat memasang alat peraga kampanye bagi para caleg.

Dari pengakuan beberapa sopir angkot yang ada di Sinjai, mengakui jika mereka dibooking sebagai tempat pemasangan stiker/foto para caleg dengan imbalan kontrak bervariasi, mulai Rp. 100.000/bulan.

Penggunaan media bergerak seperti angkot dinilai cukup efektif. Selain tidak dilarang, sifat mobile membuat jangkauan penetrasinya lebih luas. Disamping itu biayanya tergolong murah dibandingkan memasang baliho.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sinjai, Muh Arsal Arifin mengatakan, hal tersebut tidak ada masalah. “Pemasangan Banner Caleg di mobil itu sah-sah saja. Jika ada yang memasang Banner pada mobil angkutan umum. Kecuali menggunakan fasilitas umum milik pemerintah itu bisa dikategorikan pelanggaran,” jelas Arsal,

Selain banner, para calon legislatif DPRD dan DPR juga memanfaatkan kartu dan kalender 2014, sebagai media untuk bersosialisasi. (aaNd)
 
© Warta Suara Bersatu Template Design by Tim Web Warta Sinjai | Published by wartaonline.sinjaikab.go.id .